Logo

Membangun Rumah Anti Gempa dengan Kolom Praktis

Membangun Rumah Anti Gempa dengan Kolom Praktis

Indonesia merupakan negara yang rawan mengalami gempa bumi baik vulkanik maupun tektonik, hal ini dikarenakan Letak geografis Indonesia. Jadi Indonesia terletak di antara lempeng Australia, lempeng Eurasia dan lempeng pasifik. Selain itu juga Indonesia berada dalam kawasan cincin api pasifik, yang merupakan gugusan gunung berapi di dunia.
Lempeng Australia, lempeng Eurasia dan lempeng pasifik ini dapat bergerak yang nantinya akan menimbulkan tekanan, semaik besar tekananya maka gempa bumi yang terjadi semakin besar juga. Gempa bumi yang disebabkan pergerakan lempeng bumi disebut gempa bumi tektonik. Indonesia memiliki 127 gunung berapi aktif karena berada di kawasan cincin api pasifik, sehingga semakin banyak aktifitas vulkanik yang berpotensi menimbulkan gempa bumi.
Salah satu gempa bumi yang cukup besar adalah gempa bumi di Lombok pada tahun 2018 yang mengakibatkan kerusakan 17.400 rumah, kerugian kurang lebih mencapai 8,8 triliun rupiah. Salah satu penyebab parahnya kerusakan gempa Lombok adalah struktur bangunan yang kurang baik dan tidak memenuhi standar aman gempa bumi. Jadi struktur bangunan yang bagus sangat penting agar bangunan tetap kokoh dan tegak berdiri.

Kolom Praktis
Agar kejadian serupa tidak terulang lagi, pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Japan International Cooperation Agency (JICA) bekerja sama menyusun buku "Persyaratan Pokok Rumah yang lebih aman". Didalamnya terdapat persyaratan-persyaratan membangun rumah yang baik sehingga dapat bertahan dari gempa. Sebagian dari isi buku tersebut menjelaskan tentang syarat struktur utama suatu bangunan.

Struktur bangunan yang baik harus memenuhi kriteria berikut:

  1. Ukuran minimum fondasi:
  • Jika keadaan tanah cukup keras, fondasi batu dapat dibuat dengan ukuran:
  • Lebar bagian atas minimal 30 cm
  • Ketinggian minimal 60 cm
  • Lebar bagian bawah minimal 60 cm
  1. Balok pengikat/slof
  • Ukuran balok: 15 x 20 cm
  • Tebal selimut beton: 15 cm
  • Tulangan begel: 8 mm
  • Tulangan utama: 10 m
  • Jarak tulangan begel: 15 cm
  1. Spesifikasi Kolom
  • Ukuran kolom: 15 x 15 cm
  • Tulangan utama baja: 10 cm
  • Jarak antar begel: 15 cm
  • Tulangan begel baja: 8 mm
  • Tebal selimut beton dari sisi terluar: 15 mm
  1. Balok Pengikat/Ring
  • Ukuran balok: 12x15cm
  • Tulangan utama baja: 10mm
  • Tulangan begel baja: 8mm
  • Jarak tulangan begel: 15cm
  • Tebal selimu beton bagian atas dan bawah: 1,5cm
  • Tebal selimut beton bagian samping: 1cm
  • Panjang lekukan minimal: 5cm

Ketika membangun rumah dengan kriteria-kriteria diatas, diharapkan dapat mengurangi dampak kerusakan bila terjadi hal yang tidak diinginkan, misalnya seperti gempa bumi. Bila anda perhatikan, salah satu komponen yang berperan dalam struktur suatu bangunan adalah kolom praktis. Kolom praktis adalah rangkaian besi beton memanjang yang ditanamkan pada dinding bangunan dalam jarak maksimal 3,5 meter. Kolom praktis berfungsi untuk memperkuat dinding. Tanpa kolom praktis dinding yang hanya terbuat dari semen dan bata - bata tidak akan mampu menahan dorongan gaya melintang atau saat terjadi gempa. Kolom praktis dipasang di semua bagian dinding bangunan termasuk pada dinding pojokan. Letak kolom praktis harus sama secara vertikal, jadi di lantai selanjutnya letak kolom parktis haruslah sama dengan letak kolom praktis di lantai sebelumnya, tidak boleh digeser-geser. Bila digeser-geser akan menghilangkan sifat kekakuan dari struktur dinding, yang membuat daya memperkuat dindingnya berkurang tepat pada bagian sambungan kolom yang letaknya tidak sama tersebut. Bila anda ingin membuat struktur bangunan dan membutuhkan kolom praktis, anda dapat menghubungi PT. Karya Utama Steel

Untuk Informasi Lebih Lanjut Tentang Kolom Praktis, Silahkan Hubungi kami !!
081-357-605-040
karyautama.steel@gmail.com

Social Media

Ikut kami di social media